Kisah Nabi Nabi Syuaib - Toko Online Gratis, Easy Selling - Easy Buying
  • Beranda
  • .
  • Hubungi Kami
  • .
  • Daftar
  • .
  • Iklan
    • Iklan Mini
    • Iklan Properti
    • Iklan Otomotif
  • .
  • Berita
  • .
  • Peraturan
  • .
  • Paket
  • .
  • Why Us?
  • .
  • Contoh Toko
  • .
  • Tips & Triks
    • Artikel Menarik
    • Internasional
    • Cerita Lucu
  • .
  • Islam
    • Kisah Nabi dan Rasul.
    • Nyata
  • .
  • Produk MyBrandedBag.com
  • .
Iklan Terbaru
  • laptop ACER 2920z 2,2 jt

    21 July 2011

  • Jual Profesional Power Amplifier

    21 July 2011

  • Madu Hutan Al-Itsar

    21 July 2011

  • TOSHIBA L745-1049U

    21 July 2011

  • Gudang Ardimulyo

    30 June 2011

  • Dijual Cepat 3 Ruko ada Sriti (sejnis wa

    30 June 2011

  • disewakan bangunan dan Tanah

    30 June 2011

  • Disewakan Rumah Style Office - Malang

    30 June 2011

  • JUAL FEROZA 94 ISTIMEWA SIAP PAKAI

    30 June 2011

  • Xenia 04 Istimewa - Siap Pake

    30 June 2011

  • Mitsubishi Galant th95 V6 2000cc

    30 June 2011

  • Mercy Boxer

    30 June 2011

Lihat Semua Iklan Mini

Berita Terbaru

400 Pramuka Jelajahi Patok Perbatasan RI-Malaysia

Senin, 21 Mei 2012 07:01:26

REPUBLIKA.CO.ID, KAPUAS HULU – Sedikitnya 400 anggota Pramuka mengikuti Kemah Bakti Khatulistiwa memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Selama Kemah Bakti Khatulistiwa, para anggota Pramuka menjelajahi patok perbatasan yang dipusatkan di Selanjutnya


PKS Rayakan Milad ke-14 di Gang Sempit

Senin, 21 Mei 2012 07:01:25

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ada yang unik dalam perayaan milad ke-14 PKS di Kota Bandung. Tak ada spanduk ucapan selamat, Selanjutnya


Tim Seven Summits Akhiri Pendakian ke Everest

Senin, 21 Mei 2012 07:01:23

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia (Seven Summits) mengakhiri pendakian ke Puncak Everest (8.848 mdpl) setelah Tim Selanjutnya


Nama Pengguna :
Kata Sandi :


Lupa Kata Rahasia
Iklan Premium

Kisah Nabi Nabi Syuaib

Selasa, 12 Juli 2011 14:15:21

Kaum Madyam, kaumnya Nabi Syuaib, adalah segolongan bangsa Arab yang tinggal di sebuah daerah bernama "Maan" di pinggir negeri Syam. Mereka terdiri dari orang-orang kafir tidak mengenal Tuhan Yang Maha Esa. Mereka mentembah kepada "Aikah" iaitu sebidang padang pasir yang ditumbuhi beberapa pohon dan tanam-tanaman. Cara hidup dan istiadat mereka sudah sgt jauh dari ajaran agama dan pengajaran nabi-nabi sebelum Nabi Syuaib a.s.

Kemungkaran, kemaksiatan dan tipu menipu dalam pengaulan merupakan perbuatan dan perilaku yang lumrah dan rutin. Kecurangan dan perkhianatan dalam hubungan dagang seperti pemalsuan barang, kecurian dalam takaran dan timbangan menjadi ciri yang sudah sebati dengan diri mereka.

Para pedagang dan petani kecil selalu menjadi korban permainan para pedagang-pedagang besar dan para pemilik modal, sehingga dengan demikian yang kaya makin bertambah kekayaannya, sedangkan yang lemah semakin merosot modalnya dan semakin melarat hidupnya.

Sesuai dengan sunnah Allah sejak Adam diturunkan ke bumi bahwa dari waktu ke waktu bila manusia sudah lupakan kepada-Nya dan sudah jauh menyimpang dair ajaran-ajaran nabi-nabi-Nya, dan bila Iblis serta syaitan sudah menguasai sesuatu masyarakat dengan ajaran dan tuntutannya yang menyesatkan maka Allah mengutuskan seorang rasul dan nabi untuk memberi penerangan serta tuntutan kepada mereka agar kembali ke jalan yang lurus dan benar, jalan iman dan tauhid yang bersih dari segala rupa syirik dan persembahan yang bathil.

Kepada kaum Madyan diutuslah oleh Allah seorang Rasul iaitu Nabi Syuaib, seorang drpd mrk sendiri, sedarah dan sedaging dengan mereka. Ia mengajak mereka meninggalkan persembahan kepada Aikah, sebuah benda mati yang tidak bermanfaat atau bermudharat dan sebagai gantinya melakukan persembahan dan sujud kepada Allah Yang Maha Esa, Pencipta langit dan bumi termasuk sebidang tanah yang mereka puja sebagai tuhan mereka.

Nabi Syuaib kepada mereka agar meninggalkan perbuatan-perbuatan dan kelakukan-kelakuan yang dilarang oleh Allah serta membawa kerugian bagi sesama manusia serta mengakibat kerusakan dan kebinasaan masyarakat. Mereka diajak agar berlaku adil dan jujur terhadap diri sendiri dan terutama terhadap orang lain, meninggalkan perkhianat dan kezaliman serta perbuatan curang dalam hubungan dagang, perampasan hak milik seseorang dan penindasan terhadap orang-orang yang lemah dan miskin.

Diingatkan oleh Nabi Syuaib akan nikmat Allah dan kurniaan-Nya yang telah memberi mereka tanah subu serta sarana-sarana kemakmuran yang berlimpah-limpah dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan anak cucu yang pesat. Semuanya itu menurut seruan Nabi Syuaib, patut diimbangi dengan rasa bersyukur dan bersembah kepada Allah Maha Pencipta yang akan melipat gandakan nikmat dan kurnia-Nya kepada orang-orang yang beriman dan bersyukur.

Diingatkan pula Nabi Syuaib bahwa mrk tidak mahu sedar dan kembali kepada jalan yang benar mengikuti ajaran dan perintah Allah yang dibawanya, nescaya Allah akan mencabut nikmat dan kurnia-Nya kepada mereka, bahkan akan menurunkan azabnya atas mereka di dunia selain seksa dari azab yang menanti mereka kelak di akhirat bila di bangkitkan kembali dari kubur.

Kepada mereka Nabi Syuaib dikisahkan seksa dan azab yang diturunkan oleh Allah terhadap kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh dan paling dekat kaum Luth yang kesemua telah menderita dan menjadi binasa akibat kekafiran, keangkuhan dan keengganan mereka mengikuti ajaran serta tuntutan nabi-nabi yang diutus Allah kepada Mereka. Diingatkan oleh Nabi Syuaib agar mereka beriktibar dan ingat bahwa mereka akan mengalami nasib yang telah dialami oleh kaum-kaum itu jika mereka tetap melakukan persembahan yang bathil serta tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk dan jahat.

Dakwah dan ajakan Nabi Syuaib disambut oleh mereka terutama penguasa, pembesar serta orang-orang kaya dengan ejekan dan olok-olok. Mereka berkata: "Adakah kerana solatmu, engaku memerintahkan kami menyembah selain apa yang telah kami sembah sepanjang hayat kami. Persembahan mana pula telah dilakukan oleh nenek moyang kami dan diwariskan kepada kami.

Dan apakah juga karena solatmu engkau menganjurkan kami meninggalkan cara-cara hidup sehari-hari yang nyata telah membawa kemakmuran dan kebahagian bagi kami bahkan sudah menjadi adat istiadat kami turun temurun. Sungguh kami tidak mengerti apa apa tujuanmu dan apa maksudmu dengan ajaran-ajaran baru yang engkau bawa kepada kami. Sungguh kami menyaksikan kesempurnaan akalmu dan keberesan otakmu!"

Ejekan dan olok-olok mrk didengar dan diterima oleh Syuaib dengan kesabran dan kelapangan dada. Ia sesekali tidak menyambut kata-kata kasar mereka dengan marah atau membalasnya dengan kata-kata yang kasar pula. Ia bahkan makin bersikap lemah lembut dalam dakwahnya dengan menggugah hati nurani dan akal mereka supaya memikirkan dan merenungkan apa yang dikatakan dan dinasihatkan kepada mereka. Dan sesekali ia menonjolkan hubungan darah dan kekeluargaannya dengan mereka, sebagai jaminan bahwa ia menghendaki perbaikan bagi hidup mereka di dunia dan akhirat dan bukan sebaliknya.

Ia tidak mengharapkan sesuatu balas jasa atas usaha dakwahnya. Ia tidak pula memerlukan kedudukan atau menginginkan kehormatan bagi dirinya dari kaumnya. Ia akan cukup merasa puas jika kaumnya kembali kepada jalan Allah, masyarakatnya akan menjadi masyarakat yang bersih dari segala kemaksiatan dan adt-istiadat yang buruk. Ia akan menerima upahnya dari Allah yang telah mengutuskannya sebagai rasul yang dibebani amanat untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kaumnya sendiri.

Kaum Syuaib akhirnya merasa jengkel dan jemu melihat Nabi Syuaib tidak henti-hentinya berdakwah bertabligh pada setiap kesempatan dan di mana saja ia menemui orang berkumpul. Penghinaan dan ancaman dilontar kepada Nabi Syuaib dan para pengikutnya akan diusir dan akan dikeluarkan dari Madyan jika mereka mahu menghentikan dakwahnya atau tidak mahu mengikuti agama adn cara-cara hidup mereka.


Berkata mereka kepada Nabi Syuaib dengan nada mengejek: "Kami tidak mengerti apa yang kamu katakan. Nasihat-nasihatmu tidak mempunyai tempat di dalam hati dan kalbu kami. Engkau adalah seorang yang lemah fizikalnya, rendah kedudukan dalam pengaulan maka tidak mungkin engkau dapat mempengaruhi atau memimpin kami yang berfizikal lebih kuat dan berkedudukan yang lebih tinggi drpmu. Cuba tidak kerana kerabatmu yang kami segani dan hormati, nescaya engkau telah kami rejam dan sisihkan dari pengaulan kami."

Nabi Syuaib menjawab: "aku tidak akan hentikan dakwahku kepada risalah Allah yang telah diamanahkan kepadaku dan jgnlah kamu mengharapkan bahwa aku mahupun para pengikutku akan kembali mengikuti agamamu dan adt-istiadatmu setelah Allah memberi hidayahnya kepada kami. Pelindunganku adalah Allah Yang Maha Berkuasa dan bukan sanad kerabatku, Dialah yang memberi tugas kepadaku dan Dia pula akan melindungiku dari segala gangguan dan ancaman. Adakah sanak saudaraku yang engkau lebih segani drp Allah yang Maha Berkuasa?"

Sejak berdakwah dan bertabligh menyampaikan risalah Allah kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib berhasil menyedarkan hanya sebahagian kecil dari kaumnya, sedang bahagian yang terbesar masih tertutup hatinya bagi cahaya iman dan tauhid yang diajar oleh beliau. Mereka tetap berkeras kepala mempertahankan tradisi, adt-istiadat dan agama yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Itulah alasan mereka satu-satunya yang mereka kemukakan untuk menolak ajaran Nabi Syuaib dan itulah benteng mereka satu-satunya tempat mereka berlindung dari serangan Nabi Syuaib atas persembahan mereka yang bathil dan adat pengaulan mereka yang mungkar dan sesat.

Di samping itu jika mereka sudah merasa tidak berdaya menghadapi keterangan-keterangan Nabi Syuaib yang didukung dengan dahlil dan bukti yang nyata kebenaran, mereka lalu melemparkan tuduhan-tuduhan kosong seolah-olah Nabi adalah tukang sihir dan ahli sulap yang ulung. Mereka telah berani menentang Nabi Syuaib untuk membuktikan kebenaran risalahnya dengan memdatangkan bencana dari Allah yang ia sembah dan menganjurkan orang menyembah-Nya pula.

Mendengar tentangan kaumnya yang menandakan hati mereka telah tertutup rapat-rapat bagi sinar agama dan wahyu yang ia bawa dan bahwa tiada harapan lagi akan menarik mereka ke jalan yang lurus serta mengangkat mereka dari lembah syirik dan kemaksiatan serta pergaulan buruk, maka bermohonlah Nabi Syuaib kepada Allah agak menurunkan azzab seksanya kepada kaum Madyan bahwa wujud-Nya serta menentang kekuasaannya untuk menjadi ibrah dan peringatan bagi generasi-generasi yang mendatang.

Allah Yang Maha berkuasa berkenan menerima permohonan dan doa Syuaib, maka diturunkanlah lebih dahulu di atas mereka hawa udara yang sangat panas yang mengeringkan kerongkongan karena dahaga yang tidak dapat dihilangkan dengan air dan membakar kulit yang tidak dapat diubati dengan berteduh di bawah atap rumah atau pohon-pohon.

Di dalam keadaan mrk yang sedang bingung, panik berlari-lari ke sana ke mari, mencari perlindungan dari terik panasnya matahari yang membakar kulit dan dari rasa dahaga karena keringnya kerongkong tiba-tiba terlihat di atas kepala mereka gumpalan awan hitam yang tebal, lalu berlarilah mereka ingin berteduh dibawahnya. Namun setelah mereka berada di bawah awan hitam itu seraya berdesak-desak dan berjejal-jejal, jatuhlah ke atas kepala mereka percikan api dari jurusan awan hitam itu diiringi oleh suara petir dan gemuruh ledakan dahsyat sementara bumi di bawah mereka bergoyang dengan kuatnya menjadikan mereka berjatuhan, tertimbun satu di bawah yang lain dan melayanglah jiwa mereka dengan serta-merta.


Nabi Syuaib merasa sedih atas kejadian yang menimpa kaumnya dan berkata kepada para pengikutnya yang telah beriman: "Aku telah sampaikan kepada mrk risalah Allah, menasihati dan mengajak mereka agar meninggalkan perbuatan-perbuatan mungkar serta persembahan bathil mereka dan aku telah memperingatkan mereka akan datangnya seksaan Allah bila mereka tetap berkeras hati, menutup telinga mereka terhadap suara kebenaran ajaran-ajaran Allah yang aku bawa, namun mereka tidak menghiraukan nasihatku dan tidak mempercayai peringatanku. Karenanya tidak patutlah aku bersedih hati atas terjadinya bencana yang telah membinasakan kaumku yang kafir itu.

  30

Kembali
Berita Lain Mengenai : nabi, rasul, syuaib
Kisah Nabi Khidir
Kisah Nabi Daniel as dan Nabi Irmiya as
Kisah Nabi Syits as Anak Dari Nabi Adam as
Kisah Nabi Muhammad SAW
Kisah Nabi Isa as
Kisah Nabi Yahya as
Kisah Nabi Zakaria as
Komentar
Nama : (Harus Diisi)
Email : (Harus Diisi, Tapi tidak akan dipublikasikan)
Komentar :
Kode Keamanan :    (Masukkan kode keamanan)
     

Komentar Terbaru
Tidak ada komentar untuk berita ini.
Artikel Menarik

Khasiat Daun Kelor

Selasa, 26 Juli 2011 14:55:45

Pernah dengar pepatah “Dunia tak selebar daun kelor” yang berarti dunia amatlah sempit. Tapi, tahukah Anda daun kelor memiliki Selanjutnya


Aneka Khasiat Mentimun

Selasa, 26 Juli 2011 14:45:12

MENTIMUN merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran Selanjutnya


Khasiat Teh Hitam Sehebat Teh Hijau

Selasa, 26 Juli 2011 14:39:54

Teh hijau terkenal hebat khasiatnya karena kandungan antioksidan yang tinggi. Belum lagi mampu mencegah berbagai penyakit kronis. Padahal teh Selanjutnya


Khasiat Kopi

Selasa, 26 Juli 2011 14:34:16

Kebanyakan orang mengira khasiat kopi adalah untuk obat anti-tidur. Padahal sebenarnya nggak juga! selain itu kopi memiliki beberapa manfaat Selanjutnya


Khasiat Kunyit Putih

Selasa, 26 Juli 2011 14:32:33

Khasiat dari sebuah kunyit memang sudah tak terindahkan lagi. Namun kali ini bintang akan membahas manfaat dari salah satu Selanjutnya


Visitor
Hari Ini 134
Seluruh64517
User Online8

Copyright 2011 Kisah Nabi Nabi Syuaib - Toko Online Gratis, Easy Selling - Easy Buying All Rights Reserved | SINDIKASI