|
Minggu, 5 Februari 2012 19:00:35
Perdana Menteri Tunisia Hamadi Jebali hari Minggu ini (5/1) menyerukan semua negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Suriah selama masih ada kekerasan di sana.
"Kita harus mengusir duta besar Suriah dari negara-negara Arab dan lainnya," kata Jebali selama diskusi panel tentang Timur Tengah di sebuah konferensi keamanan di kota Jerman selatan Munich.
"Orang-orang Suriah tidak mengharapkan adanya laporan yang panjang ... mereka mengharapkan perbuatan, mereka mengharapkan langkah konkret ... Paling tidak yang bisa kita lakukan adalah untuk memotong semua hubungan dengan rezim Suriah," tambah Jebali.
Ia mengatakan, veto Rusia dan Cina pada hari Sabtu kemarin melawan resolusi PBB yang bertujuan menghentikan kekerasan, menunjukkan bahwa sistem di Dewan Keamanan telah rusak.
"Veto adalah hak yang disalahgunakan dan tidak diragukan lagi masyarakat internasional harus mempertimbangkan kembali mekanisme pengambilan keputusan ini," kata Jebali.
Tunisia, yang revolusi tahun lalu memicu rantai pemberontakan rakyat di seluruh dunia Arab termasuk Suriah, Sabtu kemarin mengumumkan akan mengusir Duta Besar Suriah dan berhenti mengakui rezim Damaskus.
Seruan itu muncul setelah salah satu pekan paling berdarah sejak pemberontakan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad meletus hampir 11 bulan yang lalu, dengan lebih dari 200 warga sipil tewas dalam serangan besar-besaran oleh pasukan rezim di kota Homs.
Berbicara pada acara yang sama, peraih Nobel perdamaian Yaman Tawakkul Karman juga meminta masyarakat internasional untuk mengusir duta besar dan diplomat Suriah dari negara mereka.
"Saya mendorong Anda dalam nama pemberontak damai untuk mengusir duta besar Suriah dari negara Anda dan saya mendorong Anda untuk memanggil kembali duta besar Anda di Damaskus," kata Karman. "Itu adalah langkah minimum yang dapat Anda lakukan untuk menghukum rezim ini, dan saya juga mendorong Anda untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat Suriah," tambahnya.(fq/aby)
Sumber
|