|
Senin, 6 Februari 2012 07:00:46
Bentrokan antara demonstran Mesir anti-junta dan pasukan keamanan telah memasuki hari keempat sejak insiden kekerasan terkait sepak bola terjadi di kota utara Port Said yang menyebabkan puluhan orang tewas.
Para pengunjuk rasa, yang menuntut segera dilakukan transfer kekuasaan dari penguasa militer kepada otoritas sipil, membakar gedung kantor pajak di pusat ibukota Kairo pada hari Minggu kemarin (5/1).
Bangunan pemerintah yang dibakar terletak di dekat markas dari Kementerian Dalam Negeri, yang menjadi fokus dari gelombang terbaru dari aksi protes menentang pemerintah militer.
Selama bentrokan hari Minggu kemarin, polisi menembakkan gas air mata untuk mencegah kerumunan massa dari mencapai gedung Kementerian Dalam Negeri.
Para demonstran menuduh para jenderal yang berkuasa gagal untuk membangun keamanan di Mesir.
Beberapa dari mereka menyatakan bahwa pertumpahan darah merupakan upaya yang disengaja oleh loyalis dari presiden terguling Hosni Mubarak untuk membuat Mesir kembali masuk ke dalam kekacauan.
Sementara itu, rekaman terbaru yang muncul menunjukkan pasukan keamanan Mesir menggunakan senapan melawan para demonstran. Laporan mengatakan pasukan keamanan menembakkan gas air mata, yang dikatakan beracun, untuk membubarkan para demonstran selama tindakan kekerasan terakhir.(fq/prtv)
Sumber
|