|
Senin, 6 Februari 2012 22:00:27
Raja Maroko Muhammad mengeluarkan pengampunan untuk beberapa tokoh Islam terkemuka yang kelompok hak asasi mengatakan mereka telah dipenjarakan secara tidak adil, menandakan pendekatan yang melunak kepada kelompok garis keras setelah partai Islam berkuasa pada pemilu tahun lalu.
Pengampunan dari raja ini adalah tradisi setiap tahun bertepatan dengan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh akhir pekan ini, dan merupakan hal yang biasa bagi raja untuk mengampuni para tahanan.
Para tahanan yang mendapat pengampunan tersebut termasuk tokoh terkemuka dalam sebuah kelompok Islam yang disebut Salafi Jihadia. Pihak berwenang Maroko menuduh kelompok ini membantu melakukan gelombang serangan bom bunuh diri terkoordinasi di ibukota komersial, Casablanca, pada tahun 2003 yang menewaskan 45 orang.
Namun kelompok HAM lokal dan internasional mengatakan setelah serangan tersebut, otoritas Maroko memenjarajan ratusan aktivis Islam atas tuduhan palsu, dan kadang-kadang menyiksa mereka untuk mendapatkan pengakuan paksa.
Di antara mereka yang menerima pengampunan adalah Hassan Kettani, salah satu pemimpin ideologis Salafia Jihadia, yang menjalani hukuman 20 tahun, dan Muhammad Rafiki serta Omar Haddouchi, dua pemimpin lain dari kelompok yang masing-masing ditahan selama 30 tahun.
Pengampunan adalah bagian dari lanskap politik yang berubah di Maroko setelah pemilihan umum tahun lalu yang memberi partai Islam untuk pertama kalinya memimpin pemerintahan koalisi.(fq/reu)
Sumber
|