|
Senin, 6 Februari 2012 22:00:31
Demonstran Suriah menyerbu kedutaan besar Rusia di Libya sehari setelah Rusia dan Cina memveto rancangan resolusi yang didukung Barat di Suriah.
Demonstran Suriah menyerbu kedutaan Rusia di ibukota Libya, Tripoli pada hari Minggu kemarin (5/1).
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "tidak ada seorangpun, termasuk para diplomat Rusia, yang terluka dalam serangan itu."
"Pihak berwenang Libya telah menyatakan permintaan maaf mereka dan meyakinkan kami bahwa insiden itu akan diselidiki secara menyeluruh dan berjanji akan melindungi misi diplomatik kami di Tripoli," kata pernyataan tersebut.
Pada hari Sabtu sebelumnya, saksi mata mengatakan demonstran Suriah juga menyerbu kedutaan besar Suriah di ibukota Australia, Canberra.
Pejabat polisi Australia mengatakan "sejumlah pria memaksa masuk" ke Kedutaan Suriah di Canberra dan menyebabkan kerusakan parah pada lantai dasar bangunan.
Pada hari Sabtu, Rusia dan Cina memveto resolusi yang didukung Barat terkait draft Suriah di Dewan Keamanan PBB. Moskow dan Beijing menolak draft tersebut yang mereka sebut sebagai "tidak seimbang."
Ke-13 anggota Dewan Keamanan PBB telah mendukung rancangan resolusi itu.(fq/prtv)
Sumber
|