|
Selasa, 21 Februari 2012 12:01:32
Sejumlah pria bersenjata dengan seragam polisi Afghanistan menembaki pasukan NATO hari Senin kemarin (20/2) di Afghanistan selatan, menewaskan seorang tentara Albania, kata para pejabat.
Seorang tentara Albania dan satu tentara internasional cedera, kata mereka. Sebelas polisi yang diduga melakukan penembakan berhasil ditangkap.
Penembakan itu tampaknya menjadi insiden terbaru semakin banyaknya serangan "pengkhianatan" yang menimbulkan pertanyaan tentang masalah rekrutmen polisi Afghanistan dan mengancam komitmen militer internasional untuk Afghanistan.
Bulan lalu, Perancis menangguhkan program pelatihan dan mengancam akan menarik pasukannya lebih cepat dari jadwal setelah tentara Afghanistan melakukan penembakan dan menewaskan empat tentara Perancis di pangkalan di Afghanistan timur.
Penembakan hari Senin kemarin terjadi di desa Robat, di provinsi Kandahar di distrik Spin Boldak yang berbatasan dengan Pakistan, kata kepala polisi Kandahar Abdul Raziq. Pasukan pergi ke sana untuk mengadakan pertemuan dalam upaya membuka dua sekolah dan pusat kesehatan, kementerian pertahanan Albania mengatakan.
Para tentara kemudian menemukan diri mereka diserang oleh sekelompok orang yang mengenakan seragam polisi Afghanistan," Brigjen. Jenderal Viktor Berdo, kepala pasukan darat Albania mengatakan kepada wartawan di ibukota negara Tirana.
Para penyerang melepaskan tembakan dengan lima senapan serbu dan satu senapan mesin ringan. Satu tentara Albania, meninggal kemudian di rumah sakit di ibukota provinsi kota Kandahar.
Seorang tentara internasional terluka, kata kementerian menambahkan, tanpa memberikan kewarga-negaraan.
Kementerian pertahanan Albania mengatakan, prajurit yang tersisa berhasil menangkap 11 polisi Afghanistan yang melepaskan tembakan.(fq/ap)
Sumber
|