|
Selasa, 21 Februari 2012 16:02:59

Sunat anak laki-laki untuk alasan agama dan non-medis harus dilarang di Swedia, desak Komunitas Paediatric Swedia (BLF).
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada Dewan Nasional Kesehatan dan Kesejahteraan, Komunitas Paediatric Swedia menyebut sunat adalag prosedur serangan.
"Kami menganggap itu sebagai serangan terhadap anak-anak," kata Staffan Janson, ketua komite BLF untuk masalah etika dan hak anak-anak, surat kabar Goteborgs-Posten (GP) melaporkan.
Menghapus kulup anak laki-laki kecil untuk alasan lain selain medis adalah kontroversial di Swedia.
Setelah mendiskusikan masalah ini selama beberapa tahun, BLF kini telah menyimpulkan bahwa sunat seharusnya dilarang dengan alasan bahwa anak-anak tidak dapat memberi keputusan dalam hal ini.
Menurut BLF dan Staffan Janson, sunat adalah serangan terhadap integritas anak laki-laki.
"Ini seperti pertanyaan yang rumit dan sulit, namun meskipun demikian, kami memutuskan bahwa ini adalah prosedur yang tidak boleh dilakukan," kata Janson.
"Ini adalah mutilasi terhadap seorang anak yang tidak dapat memutuskan haknya sendiri."
Tidak semua orang setuju bahwa sunat adalah tindakan serangan.
"Orang tua memutuskan hal-hal untuk anak-anak mereka sepanjang waktu," kata Omar Mustafa, kepala Asosiasi Islam di Swedia, mengatakan kepada media.
"Membiarkan orang tua untuk memutuskan atas masalah ini tidak lebih aneh daripada memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah anak mereka harus divaksinasi atau tidak," lanjutnya.(fq/thelocal)
Sumber
|