|
Selasa, 21 Februari 2012 17:00:47
Aksi protes meletus di luar pangkalan utama militer AS di Afghanistan dan di Kabul pada hari Selasa ini (21/2) atas tuduhan bahwa pasukan asing telah membakar Al-Quran, kata polisi setempat.
Ribuan pengunjuk rasa mengepung pangkalan udara Bagram, utara Kabul, melempar bom molotov serta membakar pintu gerbang, seorang fotografer AFP melaporkan.
Komandan AS di Afghanistan, Jenderal John Allen, mengatakan ia telah memerintahkan penyelidikan atas laporan bahwa pasukan di Bagram membuang sejumlah besar materi keagamaan Islam yang meliputi Al Quran.
"Saya menawarkan permintaan maaf saya yang tulus untuk setiap pelanggaran ini yang mungkin telah menyebabkan masalah, kepada Presiden Afghanistan, pemerintah Republik Islam Afghanistan, dan yang paling penting, untuk orang-orang mulia dari rakyat Afghanistan," katanya.
Seorang pejabat polisi setempat mengatakan lebih dari 2.000 orang berdemonstrasi di luar pangkalan AS tersebut.
"Mereka melakukan aksi demonstrasi terkait pembakaran Al-Quran yang terjadi di dalam pangkalan," kata pejabat itu kepada AFP.
Sidiq Siddiqi, seorang juru bicara kementerian dalam negeri, bala bantuan dikirim ke daerah tersebut, sekitar 60 kilometer (40 mil) utara ibukota untuk mencegah kekerasan yang mungkin terjadi.
Aksi protes lain yang dilakukan oleh sekitar 500 orang pecah di distrik Pul-e-Charkhi Kabul tidak jauh dari pangkalan utama NATO di jalan Jalalabad, jurubicara polisi Ashamat Estanakzai mengatakan kepada AFP.
Aksi protes serupa di masa lalu berubah menjadi kekerasan di Afghanistan, sebuah negara Islam yang sangat sensitif terhadap penghinaan terhadap agama Islam yang hukumannnya bisa kematian.
Sekitar 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka selama kerusuhan April tahun lalu di Afghanistan terkait atas pembakaran Al-Quran oleh pastor Terry Jones di Florida.(fq/afp)
Sumber
|